Tentang Kami

Saya dan ibu saya memiliki kegilaan yang sama akan baju. Genetik kayaknya sih, soalnya nenek saya juga sama saja.:D

Lalu, pada  satu saat di tahun 2007, ibu saya mendadak ngasih ide untuk membuat butik bersama. Waktu itu saya dalam masa-masa ingin jadi traveler seumur hidup (gaya!), dan saya tau banget itu trik ibu saya biar saya nggak sering-sering pergi. Terus terang waktu itu saya tertarik dengan ide ini, tapi belum kepikir sampai mewujudkannya.

Tahun 2008 – 2009, beberapa kali isu membuat butik bersama ini terlontar kembali. Saya —teteub— antara tertarik tapi takut nggak bisa memanage dengan baik.

Baru di tahun 2009 akhir, setelah ngobrol panjang-lebar dengan beliau, dan mengadakan pembagian tugas, saya setuju. Beliau mengurusi perkara administrasi, manajemen dan printilan yang nggak saya suka, saya diurusan desain dan produksi. 🙂

Selama 4 bulan kami menyiapkan ini, mulai dari hunting material, seleksi karyawan (bagian ini agak sulit, susah nemu yang klik dan langsung ngerti, tapi untung dapat!), membahas model, pemotretan *tsah, ini dibantu oleh adik saya* endeswey endeskoy.

Oh ya soal nama, tadinya ibu saya mengusulkan : Mutelapazzo. Yang artinya : Mun teu laku pake zorangan (bahasa Sunda : Kalau nggak laku, ya pake sendiri). Hihi. Tapi setelah dibicarakan lebih lanjut, kami sepakat dengan Wardrobe project, karena sebenarnya, ya memang item-item yang dijual ya memang yang kami sukai dan bakal masuk lemari kami . Lah waktu produksi saja, selalu dilebihin satu, dengan ukuran masing-masing, untuk dipakai sendiri. 😀

Jadilah ini, anak saya dan ibu saya : The Wardrobe Project.

Selamat berbelanja.

Salam manis.

Okke ‘Sepatumerah’ dan Ibu